Pada awalnya, dua tanaman yang kelak mengguncang perdagangan dunia hanya tumbuh di sudut kecil Nusantara. Cengkih berasal dari pulau-pulau di Maluku bagian utara, seperti Ternate dan Tidore, sedangkan pala berasal dari Kepulauan Banda. Karena itu Maluku dijuluki Kepulauan Rempah.
Dunia kuno menginginkannya karena berbagai alasan. Rempah dipakai untuk menyedapkan makanan, membuat wewangian, mengobati penyakit, dan menandai kemewahan. Sesuatu yang langka dan hanya tumbuh di tempat jauh akan selalu menjadi barang bergengsi.
Keistimewaan lain terletak pada kerapuhan pasokannya. Selama berabad-abad, hampir seluruh pasokan dunia bergantung pada pulau-pulau yang luasnya tak seberapa. Itulah sebabnya segenggam kecil rempah bisa bernilai jauh melebihi bobotnya.
Sebutir cengkih kecil, pada masanya, mampu mengubah arah pelayaran dan peta kekuasaan dunia.